Castle in the Sky – Tenku no Shiro Rapyuta

Laputa!!!

Siapapun yang mendengar kata ini pasti akan teringat dengan salah satu film dari Studio Ghibli, karya Hayao Miyazaki. Bagi penggemar berat Studio Ghibli, film ini termasuk must-see-movie. Apalagi film buatan 1986 ini adalah karya pertama dari Studio Ghibli. Dari film ini pula, kita dapat melihat jelas gaya animasi Miyazaki (dan yang membedakan dengan animator lainnya di Studio Ghibli). Filmnya sendiri tentang mitos istana yang ada di balik awan. Nama ‘Laputa’ diambil dari salah satu cerita karya Jonathan Swift “Gulliver’s Travels“, yang juga bercerita tentang istana terbang.

Kisahnya berpusat di antara hubungan dua anak kecil, Pazu dan Sheeta / Princess Sheeta. Di adegan awalnya, Pazu – si penambang cilik ini melihat Sheeta yang terjatuh dari kapal terbang yang menculiknya. Anehnya, Sheeta tidak terjatuh langsung melainkan berkat kalung miliknya dia perlahan jatuh ke bumi. Pazu yang kemudian menolongnya. Di rumahnya, Pazu sempat menceritakan tentang foto Laputa yang pernah diambil ayahnya. Sayangnya, kelompok Kolonel Muska dan perompak pimpinan Kapten Dolan berhasil menemukan rumah Pazu. Beruntung keduanya dapat lolos, walau terjatuh ke dalam tambang.

Di sini mereka bertemu dengan Paman Pomme, yang melihat kalung milik Sheeta dan mengatakan jika kalung itu terbuat dari kristal yang menjadi bahan utama agar Laputa dapat tetap melayang. Sheeta kemudian mengaku kepada Pazu, jika nama aslinya adalah “Lucita Toel Ul Laputa”. Namun pelarian mereka berakhir ketika Kolonel Muska berhasil menangkap mereka berdua.

Kolonel Muska mengaku dirinya adalah titisan dari kerajaan Laputa dan sempat menunjukkan robot Laputa kepada Sheeta. Muska kemudian mengancam Sheeta agar mau membantunya, jika tidak maka keselamatan Pazu menjadi terancam. Takut akan ancaman Muska, Sheeta kemudian mau membantu dengan syarat Pazu dilepaskan.

Walau akhirnya terlepas dari Muska, Pazu justru dihadang oleh anak Kapten Dola. Namun dengan cerdiknya, Pazu memanfaatkan kesempatan ini dengan menceritakan tentang Laputa dan kristal yang dimiliki oleh Sheeta. Kapten Dola pun menginginkan kalung itu dan memperbolehkan Pazu untuk ikut bersamanya.

Di sisi lain, Sheeta tengah mempersiapkan dirinya dengan merapal mantra yang tak sengaja mengaktifkan kristal miliknya dan robot yang ditemukan Muska. Akibatnya, benteng tempat Sheeta disekap pun hancur. Pazu berhasil menyelamatkan Sheeta, namun kalung miliknya berhasil dirampas oleh Kolonel Muska. Bersama dengan kapal terbang milik perompak, Pazu dan Sheeta mengejar kapal terbang Kolonel Muska. Ternyata kalung milik Sheeta tadi bisa menunjukkan lokasi tempat Laputa berada.

Keesokkan harinya, mereka berhasil menemukan Laputa dengan membututi kapal milik Kolonel Laputa. Sayangnya, kapal milik Kapten Dola ditembak jatuh. Hingga mereka berdua pun berpisah dengan para perompak.

Sesampainya di Laputa, mereka menemukan jika istana terbang itu sudah berupa reruntuhan dan sudah ditutupi semak belukar. Di sini mereka juga bertemu dengan robot yang sama dengan yang dimiliki oleh Kolonel Muska. Di sisi lain, pasukan Muska mulai menjarah harta kota Laputa. Muska pun berhasil menangkap Sheeta kembali dan menembaki Pazu.

Muska dan Sheeta pun menuju ke pusat Laputa. Tempat di mana kristal yang sama dengan milik Sheeta berada. Kristal ini lebih besar dan menjaga agar Laputa tetap berada di balik awan yang tinggi. Di sini dia mengungkapkan nama aslinya, “Romuska Palo Ul Laputa” yang juga anggota kerajaan Laputa. Muska ternyata punya niat licik dengan memanfaatkan kristal milik Sheeta untuk mengaktifkan teknologi dan persenjataan Laputa. Bahkan dia mengkhianati pasukannya dengan menembakkan senjata Laputa ke kapal miliknya. Saat itu, Sheeta berhasil mengambil kembali kalungnya dan melemparkannya kepada Pazu.

Namun Sheeta semakin terpojokan dengan senjata yang diarahkankan kepadanya. Pazu lalu meminta waktu untuk menemui Sheeta dan berjanji untuk memberikan kalung itu kepada Muska. Melihat ada kesempatan, Sheeta lalu meminta Pazu untuk mengikuti mantra yang akan diucapkannya. Mantra untuk menghancurkan Laputa. Istana terbang itu pun mulai runtuh, Muska pun tewas. Pazu dan Sheeta berlari menyelamatkan diri. Mereka berdua kemudian diselamatkan oleh Kapten Dola dan pasukannya. Di belakang, Laputa pun hancur.

Tapi apakah Laputa benar-benar hancur? Jawabannya ada di akhir film. Hehe.

Oya, buat yang pernah ke Museum Ghibli pasti sudah pernah melihat sosok robot Laputa ini. Robot ini bisa jadi salah satu yang paling diingat dari film-film Miyazaki. Mungkin setelah Totoro, karakter robot Laputa ini yang paling ikonik. Beruntung, sewaktu pameran Studio Ghibli di Jakarta kemarin bisa melihatnya langsung. Tapi pastinya akan berbeda dengan melihatnya di Museum Ghibli. Ah, semoga kelak bisa melihatnya langsung di sana. Melihat LAPUTA!

Country : Japan
Director : Hayao Miyazaki
Cast : Mayumi Tanaka, Keiko Yokozawa, Minori Terada

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s